218418392

Blog

Wisata Sejarah Budaya Di Museum Batik Jogja

Museum batik Jogja memang bukan destinasi wisata populer di kota wisata Yogyakarta. Meski  museum ini sebenarnya sudah berdiri sejak tahun 1977. Pemiliknya, yakni keluarga Hadi Nugroho berinisiatif mendirikannya sebagai destinasi wisata sejarah budaya dan seni batik. Berbekal koleksi batik keluarga yang sangat beragam dari berbagai penjuru nusantara dan beberapa bahkan sudah termasuk kategori klasik dan langka.

1

Anda bisa menemukan museum batik Jogja ini di Jalan Sutomo no 13 A, tak jauh dari stasiun Lempuyangan Yogyakarta. Berada di tengah kota, museum ini sangat mudah Anda jumpai meski berukuran relatif kecil, hanya sekitar 400 m2.

Berukuran tak luas, membuat museum ini justru memiliki tata ruang yang cukup padat, dengan memamerkan kekayaan raga, batik Nusantara lengkap dengan berbagai teknik pembantikan dari masa ke masa. Mereka juga memamerkan beberapa koleksi terbaiknya yang berasal dari abad 18. Memberi Anda kesempatan emas untuk menelusuri wisata sejarah budaya batik di Indonesia.

Wisata Sejarah Budaya Di Museum Batik Yogyakarta

Museum batik Jogja ini sendiri menyimpan sekitar 1200an batik dengan aneka ragam model seperti kain panjang, sarung dan selendang. Juga dengan aneka teknik pembuatan seperti batik tulis, batik cetak dan ragam teknik klasik kuno pembatikan dari masa lalu.

Wisata Sejarah Budaya Di Museum Batik Jogja
Tentu saja tak lupa museum ini akan membuat Anda lebih mengenal beragam corak batik khas dari seantero Nusantara. Bukan hanya batik dari tanah Jawa seperti batik Jogja, Solo, Pekalongan, Madura atau Cirebon. Tetapi juga batik luar Jawa seperti batik dari tanah Sumatera dan batik Flores. Ragam hias dari kawasan luar Jawa memiliki nuansa yang berbeda dan belum banyak terungkap dalam dunia batik modern.

Beberapa koleksi dari museum batik Jogja ini memang memiliki nilai wisata sejarah budaya yang tinggi. Museum ini masih menyimpan beberapa koleksi kain batik sigan panjang klasik dari tahun 1920an. Juga beberapa jenis batik kuno bernama kain isen-isen dari era 1800an. Museum ini juga menyimpan beberapa koleksi dari hasil karya tokoh besar mulai dari para tokoh permaisuri kerajaan Jawa dan seorang tokoh pemerhati batik asal Belanda, EV. Zeuylen.

Museum batik Jogja ini juga menyimpan sejumlah produk sulam dari berbagai daerah Nusantara. Beberapa koleksi sulaman datang dari era modern dengan menghasilkan kain sulaman unik menggambarkan wajah tokoh besar Indonesia, seperti Hamengkubuwono IX, Pangeran Diponegoro dan masih banyak lagi.

Wisata Sejarah Budaya Di Museum Batik Yogya

Bahkan di era modern, museum ini juga menorehkan sejarah baru dalam dunia tekstil lokal dengan membuat kain sulam terpanjang di Indonesia hingga 90 x 400 cm2. Seluruh koleksi ini menyempurnakan museum yang saat ini berada di bawah pengelolaan pewaris tahta keluara Hadi Nugroho.

Tak dapat dipungkiri nama museum batik Jogja memang tak banyak dikenal. Tetapi mengunjunginya akan menghadirkan nilai lebih bagi Anda. Anda akan temukan pesona wisata sejarah budaya memproduksi batik yang sudah melekat sejak ratusan tahu. Tiket masuk museum Batik Jogja sebesar Rp. 20.000,-

 

sumber gambar museum batik Jogja:
– klikhotel.com
– museumbatik.com
– paketwisatajogja.net

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.